Breaking News
recent

Laporan Kerja Praktek PJB

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Energi  listrik merupakan  salah  satu  kebutuhan  pokok  yang  sangat  penting dalam  kehidupan  manusia  saat  ini,  dimana  hampir  semua  aktifitas  manusia berhubungan  dengan  energi  listrik.  Seiring  dengan  pertumbuhan  ekonomi  dan tingkat  populasi  penduduk  di  Indonesia  yang  semakin  tinggi  maka  permintaan akan energi listrik juga meningkat. Dengan jumlah total populasi sekitar 250 juta penduduk, Indonesia adalah negara berpenduduk terpadat nomor empat di dunia. Saat ini PT PLN Persero mencatat total kapasitas pembangkit listrik terpasang di Indonesia adalah 50.000 MW, daya tersebut memenuhi 80,5 % penduduk Indonesia. Oleh karena itu berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah agar dapat  memenuhi kebutuhan listrik masyarakat, dimana target pertumbuhan listrik 8,7% pertahun, sehingga dalam 5 tahun kedepan dibutuhkan tambahan 35.000 MW.
Kebutuhan listrik nasional rata-rata tumbuh sekitar 8 – 9 % per tahun, mengindikasikan bahwa setiap tahun diperlukan tambahan sekitar 5.700 MW pembangkit baru. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah dalam penyediaan listrik karena dibutuhkan dana yang begitu besar dalam investasi infrastruktur ketenagalistrikan, mulai dari pembangunan pembangkit-pembangkit baru, jaringan transmisi, dan hingga jaringan distribusi agar listrik dapat disalurkan hingga ke konsumen. Untuk merealisasikan gagasan ini, PLN akan memasok sekitar 10.000 MW, sedangkan sisanya sebesar 25.000 MW akan dikerjakan oleh penyedia listrik independen atau pihak swasta.
Salah satu solusi untuk menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia adalah  pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sistem pembangkit tenaga air mengubah energi potensial air (energi gravitasi air) menjadi energi listrik. Cara kerja PLTA secara sederhana yaitu aliran sungai dengan jumlah debit air sedimikian besar ditampung dalam waduk yang ditunjan dalam betuk bangunan bendungan air, kemudian air dari bendungan tersebut dialirkan masuk ke turbin melalui penstock untuk memperbesar tekanan hidrostatis. Terdapat intake gate yang berfungsi untuk mengatur aliran air yang masuk ke penstock. Energi potensial air menggerakkan turbin sehingga menghasilkan energi gerak yang dikonversi menjadi energi listrik oleh generator. Energi listrik dari generator ini diatur dan di transfer oleh main transformer agar sesuai dengan kapasitas transmission line (tegangan, daya dan lain-lain) untuk dibagikan ke rumah-rumah.
Kegiatan kerja praktik yang berkaitan dengan industrialisasi sangat diperlukan oleh mahasiswa untuk tidak hanya paham teori saja namun juga mengerti akan kondisi perusahaan yang sesungguhnya, maka Program Studi D3 Teknik Mesin - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, berupaya untuk menyiapkan mahasiswanya sebagai SDM yang berkualitas melalui kegiatan kerja praktik ini. Harapannya disana mahasiswa juga tahu tentang proses produksi yang terjadi di PLTA Sutami serta mengetahui teknologi yang diterapkan disana, Perlu juga diketahui oleh mahasiswa bahwa perubahan teknologi dan percepatan informasi telah mempengaruhi aspek-aspek dalam proses produksi di perusahaan. Sehingga adanya KP mampu menunjang peningkatan mutu dan produktivitas pada Industri serta Perguruan Tinggi.


Untuk lebih lengkapnya temen-temen mendownload file yang saya share di link ini.
wahyu abdi wibowo

wahyu abdi wibowo

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.